Perjalanan & Pendakian

Catatan Pendakian Gunung Lawu 3.265 MDPL via Cetho

S

Shandi Irawan

May 10, 2025 • 282 Views

Catatan Pendakian Gunung Lawu 3.265 MDPL via Cetho

Lawu via Cetho: Jalurnya Panjang, Nafasnya Pendek, Dompet Tetap Awet!

Halo Sobattt! Kali ini saya ingin berbagi cerita seru tentang perjalanan menaklukkan salah satu gunung paling ikonik dan sarat akan sejarah di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur: Gunung Lawu.

Bagi saya, Lawu bukan sekadar puncak tinggi, tapi perjalanan melewati waktu. Kenapa? Karena jalur yang kami pilih, via Cetho, menyuguhkan pemandangan candi peninggalan kerajaan masa lalu hingga hamparan sabana yang luasnya bikin geleng-geleng kepala.

Pendakian kali ini beranggotakan 6 orang dengan durasi total perjalanan 4 hari 3 malam (termasuk perjalanan kereta dari Jakarta). Buat kalian yang pengen muncak dengan budget pelajar tapi fasilitas "eksekutif", simak cerita dan tips lengkapnya di bawah ini!

 

Bagian 1: Jakarta - Solo, Modal Tiket 74 Ribu!

Perjalanan dimulai hari Kamis, 1 Mei 2025. Kami berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.55 WIB menggunakan KA Bengawan.

Tips Hemat: Kalau mau dapet tiket murah seharga Rp74.000, pastikan kalian war tiket 3-4 minggu sebelum keberangkatan. Tips tambahan: pilih kursi yang berhadapan biar bisa seru-seruan bareng temen sendiri sepanjang 9 jam perjalanan!

Setelah melewati Cirebon, Purwokerto, hingga Lempuyangan, kami tiba di Stasiun Purwosari, Solo pukul 18.05 WIB. Di sini, kami sudah dijemput oleh jasa shuttle dari Puncak Outdoor (Sangat recommended! Biaya Rp750rb/6 orang sudah termasuk antar-jemput, mampir belanja, hingga cari makan dengan mobil tertutup yang nyaman).

Kami tiba di Basecamp Cetho sekitar pukul 22.45 WIB. Untungnya, bermalam di sini gratis (hanya bayar uang kebersihan kamar mandi). Kami memutuskan istirahat total untuk mengumpulkan tenaga buat besok.


 

Bagian 2: Menembus Jalur Candi & Sabana Bulak Peperangan

Jumat pagi dimulai dengan ritual standar: sarapan, packing ulang, dan urus Simaksi. Biaya Simaksi di sini sekitar Rp120.000 untuk 6 orang.

Pukul 09.00 WIB, kaki mulai melangkah dari ketinggian 1.440 MDPL. Uniknya jalur Cetho adalah kita akan melewati situs sejarah seperti Candi Cetho dan Candi Kethek di awal pendakian. Rasanya seperti mendaki mesin waktu!

Target awal kami adalah camp di Gupak Menjangan. Namun, karena faktor kelelahan dan hari mulai gelap, kami memutuskan "tahu diri" dan mendirikan tenda di Pos 5 Bulak Peperangan sekitar pukul 18.30 WIB.

Catatan Penting: Pos 5 ini dinginnya nggak main-main! Setelah makan malam kilat, kami langsung masuk sleeping bag masing-masing tanpa banyak sesi curhat.


 

Bagian 3: Puncak Hargo Dumilah & Legenda Mbok Yem

Sabtu, 3 Mei 2025. Rencana awal summit jam 3 pagi, tapi ya namanya juga tim santai, kami baru mulai jalan jam 05.00 pagi! Hahaha.

Tapi hikmahnya, perjalanan menuju puncak disuguhi pemandangan sabana yang luas dan cantik luar biasa. Kami melewati:

>Gupak Menjangan (Sabana ikonik).

>Pasar Dieng (Pasar Bubrah-nya Lawu).

>Hargo Dalem.

Pukul 08.30 WIB, bendera kemenangan berkibar di Puncak Hargo Dumilah. Puas berfoto dan menikmati lautan awan, kami turun dan tak lupa mampir ke warung tertinggi di Indonesia, warung Almarhumah Mbok Yem, untuk sekadar merasakan atmosfer legendarisnya.


 

Bagian 4: Perjalanan Pulang & Refleksi

Kami mulai turun dari Pos 5 pukul 13.00 WIB dan tiba kembali di Basecamp pukul 18.00 WIB. Semuanya aman terkendali!

Sopir jemputan kami sudah siap mengantar kembali ke Stasiun Purwosari untuk mengejar kereta pukul 22.45 WIB. Kami tiba di Jakarta hari Minggu pukul 07.34 pagi dengan perasaan puas (dan pegal-pegal yang mulai terasa).

Tips buat Sobat yang mau ke Lawu via Cetho:

  1. 1. Riset Jalur: Cari tahu lokasi pos air dan estimasi waktu. Jalur Cetho terkenal panjang (panjang banget!), jadi fisik harus oke.
  2. 2. Manajemen Waktu: Jangan meniru jam summit kami, kalo ingin dapat sunrise. Hahaha
  3. 3. Latihan Fisik: Meskipun santai, tanjakan Lawu tetap butuh napas yang panjang.

 

Sampai jumpa di cerita pendakian berikutnya! Stay safe and keep the mountain clean!

Bagikan Postingan

Klik ikon untuk menyebarkan cerita ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Yuk, jadi yang pertama!

Tinggalkan Komentar